SHALOM..........

Selamat datang buat Saudara seiman dimanpun anda berada, kiranya blog ini menjadi berkat buat saudara, untuk menambah pengenalan kepada Yesus dan menjadi berkat buat kehidupan saudara/i.

Kamis, 26 Mei 2011

TUHAN TIDAK MENCOBAI TETAPI MENGUJI

 Pencobaan tidak datang dari Allah

Yakobus 1:13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.

Dengan jelas ayat ini mengatakan bahwa pencobaan tidak berasal dari Allah dan Allah tidak pernah mencobai siapapun. Allah tidak pernah mencobai manusia tetapi malah sebaliknya manusialah yang sering mencobai Allah. Untuk lebih jelas mari kita perhatikan dua contoh kisah dibawah ini:

Kisah pertama, ada seorang ibu karena mengurus tiga anaknya yang masih kecil-kecil sering terlambat ketempat pekerjaannya. Akibatnya ia sering di tegur oleh atasannya. Karena tidak tahan hampir tiap hari di tegur, ia mengambil keputusan untuk berhenti dari pekerjaan dengan alasan dan berkeyakinan bahwa itu adalah kehendak Tuhan karena dengan demikian ia lebih memiliki waktu untuk memperhatikan dan merawat anak-anak serta memperhatikan suaminya. Ia berani mengambil keputusan itu karena ia yakin bahwa itu adalah kehendak Tuhan dan ia yakin bahwa anak Tuhan tidak akan pernah dipermalukan dan Tuhan pasti akan membuka jalan bagi mereka nantinya.

Saudaraku, apa yang menjadi alasan dari ibu tersebut adalah benar, namun apakah keputusan meninggalkan pekerjaannya itu adalah jalan terbaik dan sesuai dengan kehendak Tuhan terlebih lagi sesuai dengan waktunya Tuhan? Banyak orang mengambil keputusan yang salah karena sesuatu alasan yang mereka anggap benar dan sesuai dengan kehendak Tuhan padahal mereka lupa bahwa Tuhan juga mempunyai waktu yang tepat untuk menyatakannya. Sama seperti si ibu ini, alasannya untuk merawat, mendidik dan melayani suami adalah alasan yang benar dan pasti seturut dengan kehendak Tuhan, namun ia lupa bahwa Tuhan mempunyai waktu yang tepat sesuai dengan waktu-Nya dan tanpa disadari keputusan yang diambilnya adalah keputusan sendiri yang bukan merupakan kehendak Tuhan. Akibatnya selanjutnya adalah ia masuk kedalam zona penderitaan karena tidak lama berselang suaminya di berhentikan dari pekerjaannya karena sesuatu hal, dan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka mencoba usaha sana-sini namun gagal. Dan yang paling menyedihkan, demi sesuap nasi untuk anak-anaknya akhirnya sang suami jatuh dalam dosa pencurian.

Dikisah yang lain, ada seorang Bapak demi melakukan yang terbaik, memasukkan anaknya yang masih kecil pada sebuah asuransi kesehatan. Asuransi ini akan mengganti setiap biaya perawatan anaknya di rumah sakit. Jadi, setiap anaknya sakit apakah itu parah atau ringan ia memasukkan anaknya kerumah sakit untuk di rawat inap kemudian ia akan mengklaim semua biaya rawat inap tersebut kepada asuransi. Akibat yang terjadi bukan anaknya menjadi lebih sehat, malah sebaliknya anaknya semakin sering masuk rumah sakit bahkan akhirnya Dokter memvonis anaknya terkena kanker yang ganas yang gejalanya tidak pernah ada sebelumnya dan penyakit ini sulit di sembuhkan. Menurut saya pribadi peyakit ini bisa saja muncul karena didalam tubuh sang anak sudah terlalu banyak zat kimia yang berasal dari obat-obatan  yang dikonsumsinya selama berobat di rumah sakit.

Saudaraku, saya tidak menyatakan asuransi itu tidak baik. Asuransi itu baik kalau kita gunakan dengan benar dan jujur namun menjadi tidak baik kalau kita menggunakannya dengan tidak jujur dan didalamnya ada roh ketamakan.

Nah, dari kedua kisah ini apa jawaban mereka ketika hal ini dipertanyakan? Jawabannya adalah Tuhan sedang mencobai kami. Apakah benar demikian?  Tidak! Seperti yang dinyatakan pada ayat pembuka diatas, Tuhan tidak pernah mencobai siapapun. Yang sebenarnya adalah mereka jatuh dalam pencobaan karena perbuatan mereka sendiri dan hal itu dikuatkan oleh apa yang ditulis pada ayat dibawah:

Yakobus 1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Tanpa disadari manusia sering jatuh kedalam pencobaan karena perbuatan dan keinginannya sendiri. Dan ketika hal itu terjadi mereka mempersalahkan Tuhan bahkan tidak jarang ada yang bersungut-sungut dan marah kepada Tuhan.  Seperti si ibu, sebenarnya masalahnya sepele, bukankah dengan lebih mempercepat jam bangun sudah dapat mengatasi masalahnya yang awalnya disebabkan oleh sering terlambat masuk kerja? Juga sama halnya dengan si bapak, bukankah dengan mengikuti segala ketentuan asuransi dengan benar dan jujur dan tidak memaksakan anaknya untuk selalu di rawat dirumah sakit dapat menghindarkan anaknya dari kelebihan zat kimia di dalam tubuh akibat obatan-obatan?

Jadi intinya, pencobaan itu bukan berasal dari Tuhan melainkan akibat dari keputusan kita yang salah. Oleh sebab itu mari, berhati-hatilah dalam mengambil tindakan. Jangan kita mengambil keputusan sembarangn dan berkata itu sudah kehendak Tuhan, dan mari hindarkan diri dari roh ketamakan agar kita tidak jatuh dalam pencobaan. Dan sekali lagi harus kita ingat bahwa Tuhan tidak penah mencobai kita, melainkan kita di cobai oleh keinginan kita sendiri. Tuhan Yesus memberkati. Amin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar